BATAM, kabarkepri.co.id ] - Relokasi warga Rempang terdampak pengembangan Rempang Eco City terus berjalan. Satu persatu Kepala Keluarga (KK) memasuki rumah baru, terhitung hingga bulan April 2025 ini ada 77 KK sudah menghuni rumah yang disediakan di Kawasan Tanjung Banom, Selasa (15/4).
Pemerintah terus berupaya dalam memastikan bahwa masyarakat yang terdampak proyek tetap mendapatkan haknya secara layak dan manusiawi.
Warga Sembulang Pasir Merah. Ahmad Zaky, mengutarakan rasa syukurnya atas dukungan pemerintah
"Sejak awal kami mendukung proyek strategis pemerintah ini. Alhamdulillah, hari ini kami bisa menempati rumah baru yang sejak lama kami nantikan,” ujar Ahmad Zaky.
Harapan warga kehadiran proyek Rempang Eco City, lanjut Zaky, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain peningkatan ekonomi, dia optimis, proyek ini akan membawa perubahan positif.
Menanggapi hal ini, Anggota/Deputy Bidang Pelayanan Umum merangkap Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa rumah baru yang disediakan merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Semoga warga merasa lebih nyaman dan bahagia di hunian barunya. Ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir dan ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari pengembangan Kawasan Rempang,” ujarnya.
Target kedepàn, sambung Ariastuty, Proyek Strategis Pemerintah dapat menciptakan kawasan industri baru dan pertumbuhan ekonomi baru di Batam.
“BP Batam ingin membuktikan bahwa pengembangan Rempang Eco-City tak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sosial dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (**)

