BATAM, kabarkepri.co.id ] — Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia merefleksikan kemajuan pesat Batam. Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, kawasan ini terus mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Hingga Semester I 2026, realisasi investasi Batam mencapai Rp38,97 triliun (metode bottom-up) dan Rp29,89 triliun (berdasarkan LKPM), mendekati target tahunan sebesar Rp70 triliun. Capaian ini juga sukses menyerap penambahan 9.964 tenaga kerja baru, sehingga total pekerja mencapai 40,943 orang (tumbuh 32,16% secara year-on-year).
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa angka-angka ini harus diiringi dengan dampak nyata di lapangan.
“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” ujar Amsakar.
Ia menambahkan, “Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor.”
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya kualitas pelayanan dan ekosistem investasi yang nyaman.
“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.
Ia menambahkan, kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam.
Dengan fokus penguatan pada sektor bernilai tambah tinggi seperti teknologi, energi, dan manufaktur modern oleh Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Francis, BP Batam optimistis target investasi 2026 dapat tercapai guna mengukuhkan Batam sebagai gerbang investasi strategis Indonesia menuju Asia Tenggara.(**)