Di Lapas Batam, KSP Menyaksikan Hasil Produksi Roti dan Tempe Warga Binaan

Fernandes Tampubolon

Editor Fernandes Tampubolon

Kamis, 10 Juli 2025 | 13:45 WIB

IMG-20250710-WA0078

IMG-20250710-WA0078

MEDIAKEPRI.CO.ID, Batam - Kesempatan saat berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Batam, tidak disia-siakan oleh Kedeputiaan Kantor Staf Presiden (KSP).

Selama berada di Lapas Kelas IIA Batam, KSP menyempatkan diri untuk melihat lebih dekat kondisi makanan dan kesehatan warga binaan, Rabu, 9 Juli 2025.

Tidak hanya memastikan kondisi makanan dan kesehatan, KSP pun memantau ruangan tahanan dan kreatifitas warga binaan di sela-sela menjalani masa hukuman.

Awal memasuki Lapas Batam, Mayjen TNI (Purn) Dedi Sambowo yang mimpin rombongan KSP ini langsung disambut Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Yugo Indra Wicaksi.

Sebelum menuju ke ruangan, rombongan KSP ini disambut dengan tarian khas penyambutan yang dimainkan oleh beberapa orang pendekar dengan pakaian Melayu.

Selanjutnya, Dedi Sambowo memperkenalkan rombongan KSP yang hadir dan melakukan kunjungan selama di Batam.

Setelah memperkenalkan rombongan yang hadir di Batam ini, Dedi juga mengucapkan terima kasih atas sambutan dan penyambutan yang ada.

Lalu, lebih jauh Dedi mengatakan dari kunjungan yang dilakukan rombongan KSP ini nantinya, tentu banyak mendapatkan saran dan masukan.

Untuk itu, katanya mengatakan, semua saran dan masukan terkait dengan kerja selama kunjungan rombongan KSP ini akan dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo.

Dedi juga menceritakan dalam kunjungannya ke berapa Lapas yang tersebar di indonesia, Dan, katanya menambahkan, ia sangat berkesan adalah Lapas Nusa Kambangan.

Disebutkannya, ia sangat mendukung dan memberikan apresiasi terkait mengenai pemberantasan tindak pidana narkoba yang dilakukan Kakanwil dan Kalapas Batam.

"Apapun kinerja dan upayanya pencegahan narkoba melalui teknik- teknik yang dilakukan. Karena, ini semua masuk dalam program astacita Presiden Prabowo," katanya mengakhiri.

Kakanwil Pemasyarakatan Kepri, Aris Munandar memaparkan kondisi umum lembaga pemasyarakatan yang ada di Kepulauan Riau.

"Di Kepri ada 9 Lapas. Dan total hunian dari semua Lapas ini adalah 4.900," kata Aris seraya mengatakan hampir 45 persen penghuninya tersangkut dalam kasus narkoba.

Diakui Aris, kejahatan selangkah lebih maju dalam kejahatan narkoba. Untuk itu, katanya, kejelian petugas dalam menjalankan tugas menjadi hal yang yang paling penting.

Karena, katanya lagi, barang haram itu bisa dimasukkan melalui makanan saat pembesuk datang dan melalui sepatu atau banyak lagi upaya yang dilakukan agar dapat memasukkan narkoba itu.

"Kita terus bekerja maksimal untuk meminalisir semaksimal mungkin agar bisa dicegah. Kami mohon dukungannya agar lebih baik kedepannya," sebutnya.

Sementara itu, Yugo menyampaikan situasi dan kondisi yang ada di Lapas batam. Saat ini, katanya, ada tiga UPT, yakni Bapas, Lapas dan rutan.

Dikatakannya, untuk di Lapas Batam, seharusnya hanya bisa terisi sebanyak 540 warga binaan. Namun kenyataannya, katanya, Lapas Batam ini sudah diisi 1000 lebih warga binaan.

"Kedatangan KSP ini sebuah kebanggaan bagi kami. Dengan begitu, KSB dapat melihat lebih dekat terkait situasi dan kondisi Lapas Batam," kata Yugo.

Setelah mendapat penjalasan mengenai kondisi Lapas secara umum, KSP lalu melakukan peninjauan langsung ke blok yang ada di Lapas.

Disela-sela meninjau ruangan blok sel, rombongan KSP juga mengajak warga binaan untuk diskusi dan ngobrol ringan.

Dalam obrolan santai itu, KSP menanyakan mengenai makanan yang dikonsumsi warga binaan dan juga mengenai kesehatan.

Warga binaan menjawab, tidak ada masalah dengan makanan dan juga kesehatan di Lapas batam. Untuk makanan dan kesehatan, semua cukup dan terpenuhi serta datang tepat waktu.

Mendengar masukan dari warga binaan, lalu rombongan KSP meninjau dan menyaksikan ruang produksi makanan dan kerajinan yang ada.

Khususnya, rombongan menyaksikan hasil produksi roti dan juga tempe yang dihasilkan warga binaan.(**)

BP batam