BATAM, kabarkepri.co.id ] — Cuaca cerah dengan terik sinar matahari pagi, tidak menyurutkan antusias masyarakat Pulau Kasu dan pulau sekitarnya menunggu kedatangan dua tokoh nasional untuk meresmikan Masjid dan Pesantren Nur Iman, Minggu pagi (2/8).
Acara yang dijadwalkan dimulai pukul 10.00 wib pagi sempat molor, penyebabnya jadwal keberangkatan pesawat yang membawa Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Habib Syech bin Abdul Qadir mengalami penyesuaian waktu keberangkatan.
Meski demikian, antusiasme warga tidak surut. Panitia dengan sigap membagikan ratusan kotak makanan ringan dan makan siang kepada masyarakat yang telah berkumpul sejak pagi di Masjid Nur Iman.
Suasana semakin meriah saat ratusan personel Dirpolairud Polda Kepri dan kader Partai Gerindra berbaris menyambut rombongan sambil memegang tonglat bendera Merah Putih. Rombongan yang diangkut menggunakan enam mobil buggy disambut langsung oleh tabuhan genderang. Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Anggota DPR RI Endipat Wijaya, Kapolda Kepri Irjend Pol Asep Safrudin, Kabinda Kepri Brigjen Andreas Daru, serta sejumlah pejabat daerah terlihat turun dari mobil buggy.
Habib Syech dan Ketua MPR RI bersama Iman Sutiawan kemudian berjalan bergandengan menaiki tangga masjid. Setelah memasuki Masjid, beberapa saat kemudian acarapun dimulai dengan dengan penanaman pohon dan penandatanganan prasasti.
Sebelum acara dimulai, dalam rangka menyabut HUT RI ke 81, Dirpolairud Polda Kepri membagikan tongkat bendera merah putih kepada warga Pulau Kasu.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan, mengungkapkan rasa haru dan apresiasinya atas terwujudnya pembangunan pusat dakwah dan pendidikan tersebut. Ia mengenang kembali perjalanan panjang pembangunan yang telah dirintis sejak satu dekade silam, serta dorongan Ahmad Muzani.
"Ketua MPR RI adalah mentor saya, abang saya, mendirikan Masjid ini berkat dorongan beliau sejak 2016," ujar Iman.
Dengan berurai air mata, Iman turut memuji ketulusan, kekompakan, serta eratnya persaudaraan warga Pulau Kasu yang bahu-membahu bergotong royong menyukseskan pembangunan Pesantren dan Masjid Nur Iman.
"Terima kasih buat kaum ibu dan warga Pulau Kasu yang setia tulus bekerjasama dalam pembangunan di Pulau Kasu ini," puji Iman.
Sementara itu, Anggota DPR RI Endipat Wijaya politisi dari Partai Gerindra mengenang perjuangannya saat pertama kali mendatangi Pulau Kasu sepuluh tahun lalu menggunakan kapal kecil bersama anaknya. Ia menceritakan kembali pesannya kepada Iman pada tahun 2016 silam.
"Man coba rencanakan bangun Pesantren dan Masjid, cari lokasi dataran tinggi, agar kapal melintas depan pulau bisa melihat," pesan Endipat kala itu.
Ia juga menekankan pentingnya peran strategis lembaga pendidikan Islam dalam menjaga keutuhan bangsa. Menurutnya, keberadaan pesantren tidak hanya mencetak generasi yang religius, tetapi juga menjadi garda terdepan penjaga kedaulatan negara.
"Generasi pesantren menjadi pagar dan fondasi. Santri harus ditanamkan mencintai bangsa dan negaranya, saya yakin itu," tutup Endipat.(**)