BATAM, kabarkepri.co.id ] - Pemko Batam terus benahi data kependudukan. Tujuannya buat tingkatkan layanan publik dan dukung perencanaan pembangunan, terutama di sektor SDM seperti tenaga kerja dan pendidikan.
Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra tegaskan, data valid kunci baca kebutuhan riil warga. Hal itu ia sampaikan saat pimpin Rapat Koordinasi Sinkronisasi Data Kependudukan di Kantor BP Batam, Jumat malam, (24/4).
“Sinkronisasi data bukan cuma administrasi, tapi dasar tentukan arah kebijakan pembangunan, termasuk lihat kondisi tenaga kerja dan kebutuhan anak sekolah secara akurat,” ujar Li Claudia.
Pemerintah sudah lakukan pendataan awal lewat RT/RW di kecamatan. Tapi masih banyak data belum cocok. Ada warga pindah tapi belum ganti KTP, data kematian belum lapor, hingga mobilitas antarwilayah belum tercatat rapi.
Data Disdukcapil semester II 2025 catat penduduk Batam 1.394.459 jiwa. Angka ini masih perlu disempurnakan biar sesuai kondisi lapangan.
Li Claudia soroti data tenaga kerja. Saat ini tenaga kerja KTP luar Batam 199.473 jiwa, sementara KTP Batam 177.830 jiwa. “Dengan data valid, kita bisa rancang program tepat, tingkatkan kompetensi tenaga kerja lokal dan jaga keseimbangan kebutuhan industri,” katanya.
Penataan data juga penting untuk rencana jangka panjang. Mulai dari kebutuhan ruang kelas sampai kesiapan masuk dunia kerja. “Dengan data akurat, kita bisa hitung dari hulu ke hilir: sekolah, kampus, sampai dunia kerja,” tambahnya.
Li Claudia tegaskan, semua perangkat daerah kolaborasi biar kebijakan dan anggaran tepat sasaran. Ke depan, Pemko akan perketat arus masuk penduduk. Pelabuhan Batu Ampar dan Sekupang akan dipantau untuk petakan mobilitas warga dan jaga stabilitas kerja di Batam.(**)

