Skip to main content

Pemko Batam Imbau Warga Tak Percaya Hoaks Pemadaman Listrik 3 Hari

Fernandes Tampubolon
Editor Fernandes Tampubolon
2 min read
IMG-20261014-WA0178

​BATAM, kabarkepri.co.id ] — Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai informasi tidak terverifikasi mengenai gangguan pasokan listrik di Batam. Warga juga diminta tidak menyebarkan pesan berantai terkait pemadaman listrik selama tiga hari dan pembatasan nyala listrik enam jam, yang telah dibantah oleh PT PLN Batam.

​Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batam, Rudi Panjaitan, mengingatkan masyarakat agar cermat mengonsumsi informasi dari media sosial maupun aplikasi percakapan.

​“Warga kami imbau tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi dan jangan langsung meneruskan pesan berantai yang belum terverifikasi,” kata Rudi, Selasa (13/10/2026).

​Rudi menjelaskan bahwa petugas teknis PLN Batam sedang memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap sehingga masyarakat diharapkan bersabar.

​Berdasarkan data PT PLN Batam per Selasa pukul 05.00 WIB, pemulihan pasokan listrik sudah mencapai 98,8 persen atau mencakup 406.083 pelanggan dari total 411.219 pelanggan terdampak. Sisa 5.127 pelanggan masih menunggu penormalan. Dari sisi beban listrik, sebanyak 496,7 megawatt (MW) dari total 501,8 MW terdampak telah menyala kembali. Selain itu, 11 gardu induk dan 12 jaringan transmisi telah beroperasi penuh, dengan tersisa satu penyulang distribusi dalam perbaikan.

​PLN Batam pun menegaskan tidak pernah mengeluarkan pengumuman pemadaman terencana selama tiga hari maupun pembatasan nyala listrik enam jam. Pembaruan informasi resmi disalurkan secara transparan melalui situs web www.plnbatam.com dan akun media sosial terverifikasi PLN Batam.

​Diskominfo Batam mengajak warga turut menjaga kondusivitas ruang digital dengan memeriksa kebenaran berita sebelum membagikannya.

​“Dengan mengedepankan informasi yang akurat dan sikap saling menjaga, masyarakat diharapkan tetap tenang selama proses pemulihan berlangsung serta tidak ikut memperluas penyebaran kabar yang dapat menimbulkan keresahan,” ujar Rudi.(**)