Pemko Tanjungpinang Siapkan Operasi Pasar, Antisipasi Inflasi Akibat Kenaikan BBM

Fernandes Tampubolon

Editor Fernandes Tampubolon

Senin, 27 April 2026 | 22:36 WIB

IMG-20260427-WA0142

IMG-20260427-WA0142

TANJUNGPINANG, kabarkepri.co.id ] - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara hybrid bersama seluruh pemda se-Indonesia, Senin (27/04). Rapat ini diikuti dari Ruang Rapat Asisten Ekonomi Pembangunan Kantor Wali Kota Tanjungpinang dan dipimpin oleh Sekjen Kemendagri,Tomsi Tohir, bersama kementerian terkait.

Rapat dihadiri Kabid Stabilisasi Harga Disperindag Tanjungpinang, Riyanto, mewakili Asisten Ekonomi Pembangunan, Elfiani Sandri, bersama instansi terkait.

Rakor membahas langkah konkret kendalikan inflasi, terutama stabilitas harga kebutuhan pokok dan dampak kenaikan biaya operasional serta distribusi akibat harga BBM.

Tomsi Tohir minta pemda tidak bahas teori panjang, tapi langsung ke solusi nyata. “Yang dibutuhkan sekarang langkah konkret. Kenaikan BBM berdampak ke biaya distribusi dan harga pokok di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Ia minta pemda jaga pasokan bahan pokok, rutin pantau harga, dan optimalkan intervensi pasar untuk jaga daya beli warga.

Menanggapi hal itu, Riyanto menjelaskan, Disperindag Tanjungpinang terus pantau harga komoditas strategis di pasar tradisional dan pusat distribusi. “Distribusi jadi pemicu utama harga naik, apalagi barang dari luar daerah. Kami fokus kendalikan pasokan dan intervensi harga biar tidak lonjak,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, Pemko Tanjungpinang akan gelar operasi pasar dan pasar murah, perkuat koordinasi dengan distributor, pantau harga harian untuk intervensi cepat, serta tingkatkan sinergi lintas OPD kendalikan inflasi.

Pemko Tanjungpinang tegaskan komitmen tindak lanjuti hasil rakor demi jaga stabilitas harga, tekan inflasi, dan lindungi daya beli masyarakat.(**)

BP batam