Skip to main content

Perkuat Sinergi, BP Batam Dorong Ekosistem Informasi Publik yang Sehat Bersama Insan Pers

Fernandes Tampubolon
Editor Fernandes Tampubolon
2 min read
IMG-20260828-WA0122

BATAM, kabarkepri.co.id ] - ​Sinergi antara pemerintah dan media massa kembali diperkuat melalui komitmen membangun komunikasi yang sehat, profesional, dan saling menghormati. Langkah strategis ini sejalan dengan arahan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang aktif merangkul para pemimpin redaksi serta insan media untuk mempererat silaturahmi dan keterbukaan informasi publik.

​Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa hubungan yang dekat dan terbuka dengan media sangat krusial agar informasi terkait arah pembangunan Kota Batam dapat diterima masyarakat secara utuh. Menurutnya, pertemuan dan dialog bersama jurnalis tidak sekadar membahas pemberitaan, melainkan menjadi ruang bertukar pandangan dalam menghadapi tantangan era digital.

​“Ibu Li Claudia ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan media. Silaturahmi ini bukan untuk membatasi ruang kritik, tetapi justru membuka ruang dialog agar pemerintah dan media bisa saling mendengar dan memahami,” ungkap Ariastuty.

​Pemerintah, lanjut Ariastuty, sangat menghargai peran media sebagai kontrol sosial yang konstruktif. Kritik yang tajam dan berbasis data dipandang sebagai instrumen penting bagi lembaga pemerintahan untuk melakukan evaluasi serta perbaikan kinerja. Kendati demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga standar jurnalistik melalui proses verifikasi, konfirmasi, dan keberimbangan informasi.

​“Kami tentu ingin media tetap kritis. Kritik itu penting. Tetapi kritik yang kuat justru lahir dari proses jurnalistik yang kuat—ada verifikasi, ada konfirmasi, ada data, dan ada keberimbangan. Dengan begitu, kritik menjadi masukan yang konstruktif sekaligus memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat,” jelasnya.

​Di sisi lain, BP Batam berkomitmen untuk selalu menyediakan ruang akses informasi serta jalur konfirmasi yang transparan bagi awak media. Tuty menekankan bahwa kemitraan strategis ini tidak bertujuan menciptakan pemberitaan yang semata-mata bernada positif, melainkan merawat independensi dan profesionalisme pers.

​“Kami tidak membutuhkan media yang hanya memuji pemerintah. Kami membutuhkan media yang kritis dan profesional. Kalau kritiknya berdasarkan data dan melalui proses verifikasi serta konfirmasi, tentu itu menjadi bagian penting bagi pemerintah untuk berbenah,” pungkas Tuty panggilan akrab Ariastuty.

​Melalui komunikasi yang cair dan berkelanjutan sejak dari hulu, BP Batam berharap ekosistem informasi publik di Kota Batam semakin berkualitas, di mana fungsi kritik berjalan optimal, keterbukaan birokrasi terjaga, dan masyarakat luas menjadi pihak utama yang diuntungkan.(**)