Sosialisasi Bentengi Pelajar dari Kriminalitas 'TPPO' oleh JMSI Mendapat Sambuntan Hangat Sekolah dan Pemerintah dan Instansi Vertikal Terkait

Fernandes Tampubolon

Editor Fernandes Tampubolon

Jumat, 24 Oktober 2025 | 18:35 WIB

IMG-20251023-WA0023

IMG-20251023-WA0023

BATAM, kabarkepri.co.id ] - Jaringan Siber Media Indonesia (JMSI) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) kepada para pelajar di Kota Batam.

Dalam kegiatan tersebut JSMSI Kepri menggandeng Ditreskrimum Polda Kepri, Imigarasi Batam, dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

Peserta sosialisasi diikuti sebanyak 50 pelajar dan juga guru dari perwakilan SMA dan SMK di Kota Batam, Kamis 23 Oktober 2023.

Adapun tujuan dari kegiatan sosialisi tesebut, dalam upaya membentengi para pelajar dan generasi muda akan bahaya kriminalitas TPPO di Kota Batam.

Sosialisi mengambil tema 'Bentengi Pelajar dari Kriminalis TPPO : Tolak Jadi Korban TPPO' dibuka langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam, Novi Harmadyastuti.

Menghadirkan narasumber dari Polda Kepri, dan BP3MI kepri dan dihadiri Kadiskominfo Kota Batam, Rudi Panjaitan, Kaban Kesbangpol Kota Batam Riama Manurung, perwakilan POlda Kepri, Imigrasi Batam, BP Batam, dan instansi terkait lainnya.

Pada kesempatan itu narasumber Polda Kepri memaparkan pembahasan Penggakan Hukum TPPO dan PMI Non Prosedural.

Sedangkan narasumber dari BP3MI Kepri, memaparkan terkait upaya dilakukan dalam perlindungan pekerja migran Indonesia di Provinsi Kepri.

Kepala DP3AP2KB Kota Batam, Novi Harmadyastuti saat membuka sosialisi tersebut mengapresiasi langkah dilakukan JMSI Kepri.

Kegiatan ini dinilainya sangat penting dan bermanfaat diberikan kepada pelajar agar paham betul akan bahaya kriminialitas TTPO ini.

Apalagi mengingat Batam merupakan kota industri sangat rentan terjadinya kasus TTPO tersebut.

"Kasus kekerasan ini tidak hanya terjadi pada TTPO saja, namun juga terjadi di sekolah, salah satunya adalah yag kerap terjadi kasus bullying," ujarnya.

Maka dari itu Novi berharap, dari kegiatan ini bisa disosialisasikan oleh para pelajar terhadap rekannya maupun lewat media sosial.

"Intinya para pelajar jadi garda terdepan diajak jadi mitra dalam pemberantasan dan pencegahan TPPO ini dikalang pelajar.

Saya lihat JMSI Kepri juga mengadakan lomba menulis dengan tema 'Bentengi Pelajar dari Kriminalitas, Tolak Jadi Korban TPPO.

Nah lomba ini bisa oleh Gen Z menjadi bahan untuk mensosialisasikan akan bahaya TTPO.

Apalagi bagi penulis terbaik akan dibukukan oleh JMSI Kepri, ini luar biasa" kata Novi.

Sementara Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Andyka Aer menyampaikan sambutan Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H, bahwa sosialisasi ini dalam upaya meningkatkan kesadaran pelajar akan bahaya TTPO.

Disamping itu juga, upaya membentengi para pelajar yang dinilai rentan terhadap eksploitasi terhadap pengaruh digitalisasi TTPO.

"Jadi melalui sosialisasi ini berharap pelajar bisa terhindar dari TTPO.

Tentunya ini perlu kolaborasi bersama dan kegiatan ini bisa berkelanjutan dalam meningkatkan generasi cerdas dan berkarakter," ucapnya.

Usai pemaparan para narasumber juga melontarkan tanya jawab kepada para pelajar seputar materi yang disampaikan.

Diakhir kegiatan sosialisasi ini, juga diadakan komitmen bersama pencegahan TTPO.(**)

BP batam