Skip to main content

Aparat Diduga Tutup Mata, Mafia Tambang Pasir Ilegal di Bintan Kembali Merajalela Tanpa Hambatan

Fernandes Tampubolon
Editor Fernandes Tampubolon
2 min read
1791423508858

BINTAN, kabarkepri.co.id ] — Aktivitas penambangan pasir yang diduga ilegal kembali marak dan menggurita di sejumlah wilayah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Di tengah sorotan tajam publik dan media, aparat penegak hukum dari Polres Bintan hingga Polda Kepri justru dituding bersikap pasif dan terkesan melakukan pembiaran terhadap para mafia tambang yang kian bebas mengeruk perut bumi.

IMG-20261008-WA0006(1)

​Berdasarkan penelusuran di lapangan pada Selasa (6/10), aktivitas pengerukan pasir terpantau masif di beberapa titik strategis Kecamatan Gunung Kijang, meliputi wilayah Kawal Darat, Teluk Bakau, Galang Batang, hingga Malang Rapat. Puluhan truk pengangkut material tampak lalu-lalang keluar-masuk kawasan tambang tanpa hambatan berarti.

IMG-20261008-WA0008

​Informasi warga menyebutkan aktivitas ilegal ini kembali menggeliat sejak Senin (21/9) lalu, menyasar titik-titik yang sebelumnya pernah ditertibkan aparat.

​Upaya konfirmasi media yang dilayangkan kepada Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, pada Selasa (6/10) tidak membuahkan hasil, hingga saat ini yang bersangkutan enggan memberikan keterangan.

​Sikap serupa ditunjukkan oleh Humas Polres Bintan, AKP Panusunan Bako, serta Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei, yang tidak merespon saat dimintai tanggapan resmi terkait kembalinya operasional tambang di wilayah hukum mereka.

​Demi menegakkan transparansi publik, media akan terus melakukan upaya penggalian informasi akurat serta mengawal ketat dugaan pembiaran maraknya aktivitas tambang pasir ilegal di Kabupaten Bintan. (marudut)