Ecoenzym, Cairan Sejuta Manfaat dari Sampah

Senin, 20 Januari 2025 | 14:11 WIB

IMG_20250120_140550

IMG_20250120_140550

BATAM, kabarkepri. co. Id | Eco enzyme atau ekoenzim ditemukan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, seorang ilmuwan dan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Dr. Rosukon melakukan penelitian sejak tahun 1980-an.

Eco enzyme di buat dari sampah organik rumah tangga yaitu sisa potongan sayur dan kulit buah. Kulit buah yang di maksud adalah kulit buah yang lunak seperti kulit pisang, jeruk dan sebagainya. Tentunya kulit durian ataupun tempurung kelapa tidak bisa di pakai untuk membuat Ecoenzym.

Ecoenzym di buat dengan rumus 1 : 3 : 10. 1 (satu) kilogram gula, 3 ( tiga) kilogram kulit buah/sayur dan 10 liter air. Gula yang dipergunakan adalah gula merah aren ataupun gula merah biasa. Sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan gula biasa.

Tiga jenis bahan tadi disatukan dalam wadah berupa ember ataupun drum bekas yang bersih, di tutup rapat dan kemudian di simpan selama 3 (tiga) bulan. Dalam proses tersebut, sesekali tutup wadah di buka sedikit untuk membuang gas yang dihasilkan selama proses fermentasi.

Setelah tiga bulan Ecoenzym dapat di panen. Ampas Ecoenzym dapat di pergunakan untuk menjadi bantal kesehatan yang ampuh untuk mengatasi nyeri dan sakit di Badan.

Ecoenzym sendiri setelah jadi memiliki banyak sekali fungsi. Di antaranya, mampu membuang pestisida sayuran dan buah. Cukup rendam sayuran dan buah di air dalam wadah baskom dan tuangkan dua tutup botol kecil Ecoenzym biarkan 15 menit, tiriskan dan cuci ulang maka kita mendapat sayuran dan buah yang bebas dari pestisida ataupun bahan beracun lainnya.

Ecoenzym juga dapat di gunakan sebagai pemurni air, pemurni udara, pupuk, pembersih lantai, obat luka, anti radiasi. Jika di olah Ecoenzym dapat dibuat menjadi sabun mandi, sabun cuci dan juga shampo ramah lingkungan.

Di Batam, praktisi ataupun penggiat Ecoenzym ada beberapa orang dan kelompok. Salah satunya Thomas AE, dengan kelompok Rumah Ecoenzym Batam. (***).

BP batam