JAKARTA, kabarkepri.co.id ] - Polisi Republik Indonesia (POLRI) sepertinya mulai gerah dengan aksi sekelompok preman yang beraksi dengan membawa nama organisasi masyarakat (ormas). Bagaimana tidak, banyak peristiwa kriminal di beberapa daerah di Indonesia, diduga penyebabnya adalah sekelompok preman yang berlindung di seragam ormas.
Jika bicara jujur, masyarakatpun sudah cukup lama gerah dengan ulah premanisme ini. Sayangnya, ketika peristiwa itu terjadi, masyarakat tidak berdaya untuk melakukan perlawanan. Tindakan tegas dari Polri sangat diharapkan demi terciptanya keamanan.
Tekat Polri menindak tegas aksi premanisme sangat didukung seluruh masyarakat Indonesia. Jangan dibiarkan giat premanisme ini mengancam investasi dan stabilitas ekonomi nasional. Hal inipun disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko.
"Sesuai komitmen Kapolri, Polri akan menindak tegas aksi premanisme berkedok ormas. Tidak boleh ada oknum yang menggunakan nama ormas untuk melakukan pemerasan, pungutan liar, atau aksi yang merugikan dunia usaha serta menghambat investasi," ujar Brigjen Pol. Trunoyudo dalam keterangannya, Jumat (14/3).
Polri menegaskan bahwa sebelum melakukan penindakan hukum, pihaknya selalu mengedepankan langkah preventif dan pre-emtif. Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi, pembinaan, serta koordinasi dengan berbagai pihak agar ormas tidak terjebak dalam tindakan melawan hukum.
"Selain tindakan represif melalui penegakan hukum, Polri juga melakukan pendekatan preventif dan pre-emtif dengan memberikan pemahaman kepada anggota ormas agar tidak menyalahgunakan keorganisasian nya. Pembinaan ini penting agar mereka bisa berkontribusi secara positif dalam menjaga ketertiban dan mendukung iklim investasi yang kondusif," jelasnya.
Bila bicara aksi ormas, baru-baru ini terjadi satu peristiwa kerusuhan di Batam yang dipicu oleh sekelompok preman membawa nama ormas. Aksi preman inipun sempat viral karena kebrutalannya memyerang tamu disalah satu tempat yang biasa dikunjungi oleh warga negara Malaysia dan Singapura.
Bila melihat dan mendengar tayangan CCTV kerusuhan di Pujasera A2 di kawasan Lubuk Baja Provinsi Kepulauan Riau, Jumat (28-2-2025), ada sekelompok preman menyerang tamu secara membabi buta. Aksi ini terekam CCTV, bagaimana sekelompok orang itu brutal dan sadis menyerang tamu dengan beramai-ramai.
Melihat ramainya kelompok orang melakukan penganiayaan, pihak managemen Pujasera A2 berpendapat, bahwa aksi itu sudah direncanakan.
"Kerusuhan itu begitu cepat, sekelompok orang menyerang tamu yang baru duduk. Mereka menyerang membabi buta, memukul dan mempora-porandakan meja dan bangku, bahkan ada yang naik ke atas meja lalu menendang,” ungkap Moody Arnold Timisela, bagian dari Manajemen A2, kepada kabarkepri.co.id, beberapa hari lalu.
Dalam kasus penyerangan ini Polisi Sektor (Polsek) Lubuk Baja Batam, baru menahan dua orang tersangka, sementara pelaku lainnya masih bebas berkeliaran.
Sekelompok orang yang melakukan penyerangan di Pujasera A2 diduga berasal dari satu organisasi masyarakat (Ormas) berinisial G. Organisasi ini terhitung baru, namun namanya cepat naik kepermukaan, karena aksinya selalu viral di media sosial.
Langkah Polri untuk memberantas aksi premanisme seperti di Pujasera A2 Batam sangat ditunggu oleh masyarakat se Indonesia. Jangan pandang bulu, aksi premanisme yang meresahkan, gass, masyarakat mendukung Polri. (**)

